ACEHFOOTBALL.net – Persiraja Banda Aceh tak punya pilihan selain menang saat menjamu PSGC Ciamis pada pekan ketujuh Championship 2026/27 di Stadion H. Dimurthala, Sabtu (24/10/2026) pukul 20.30 WIB.
Laskar Rencong memburu kemenangan kandang pertama musim ini sekaligus berusaha keluar dari keterpurukan di Grup Barat.
Persiraja menghadapi laga ini dengan catatan buruk di kandang. Dari tiga pertandingan yang telah dijalani di Stadion H. Dimurthala, tim asuhan Muhammad Ridwan belum sekali pun menang, dengan dua kekalahan dan satu hasil imbang.
Situasi itu membuat duel melawan PSGC menjadi kesempatan penting untuk membalikkan keadaan. Hingga pekan keenam, Persiraja baru mengoleksi tiga poin dari enam pertandingan dan terpuruk di peringkat kesembilan dari 10 tim Grup Barat.
Sebaliknya, PSGC Ciamis berada di posisi ketujuh dengan tujuh poin. Kemenangan akan membantu Persiraja memangkas selisih angka sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Pelatih Persiraja, Muhammad Ridwan, mengatakan persiapan tim berjalan baik sepanjang pekan ini. Ia menilai perkembangan pemain dalam latihan menjadi modal untuk menghadapi pertandingan, meski tetap mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai organisasi permainan tim tamu.
“Persiapan tim berjalan baik dan pemain menunjukkan perkembangan positif. Kami optimistis bisa meraih kemenangan, meski PSGC Ciamis merupakan tim yang solid. Ini laga kandang dan tiga poin menjadi target utama,” kata Ridwan, Jumat (23/10).
Salah satu perhatian utama Persiraja adalah efektivitas penyelesaian akhir. Kegagalan mengonversi peluang menjadi gol dapat kembali menjadi hambatan jika tidak segera dibenahi.
“Kami terus memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir agar setiap peluang bisa dimaksimalkan menjadi gol,” ujarnya.
Ridwan meminta para pemain tampil disiplin, menjaga konsentrasi, dan tidak menyia-nyiakan peluang. Menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan solid, Persiraja dituntut mampu menyeimbangkan permainan menyerang dan pertahanan.
Selain mengejar tiga poin, kemenangan juga penting untuk memulihkan kepercayaan diri tim setelah hasil-hasil mengecewakan di kandang. Dukungan publik Aceh di Stadion H. Dimurthala diharapkan menjadi dorongan bagi Laskar Rencong untuk mengakhiri paceklik kemenangan.
Kini, Persiraja harus membuktikan bahwa pembenahan selama latihan dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan. Jika kembali gagal menang, tekanan terhadap Laskar Rencong dalam persaingan Grup Barat akan semakin besar. [i]






















