ACEHFOOTBALL.net – Pelatih Brasil Carlo Ancelotti menegaskan kekalahan 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 bukanlah akhir perjalanan Selecao, melainkan awal dari siklus baru menuju Piala Dunia 2030.
Brasil tersingkir di New York New Jersey Stadium, Minggu (5/7), setelah dua gol Erling Haaland membawa Norwegia lolos ke perempat final. Hasil itu menjadi kegagalan pertama Brasil di babak 16 besar Piala Dunia sejak 1990.
“Saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan. Kami menguasai permainan selama 70 menit, tetapi Haaland menjadi pembeda.”
Kekalahan ini bukan akhir, melainkan awal petualangan baru. Kami harus terus berkembang, mencari ide-ide baru, dan memulai siklus baru,” kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu mulai menangani Brasil pada Mei 2025 dengan kontrak hingga 2030.
Ia mengakui perjalanan menuju Piala Dunia 2026 tidak mudah karena kehilangan sejumlah pemain akibat cedera, termasuk Estêvão, Rodrygo, Éder Militão, Raphinha, dan Lucas Paquetá.
Meski gagal memenuhi target, Ancelotti menegaskan proses pembenahan tim akan terus berlanjut melalui evaluasi pemain dan penyempurnaan strategi.
“Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam bekerja, mengevaluasi pemain, memperbaiki tim, dan mencari gagasan baru,” ujarnya.
Kapten Brasil Marquinhos turut mengambil tanggung jawab atas kegagalan tersebut. Bek berusia 32 tahun itu meminta publik memberi waktu kepada generasi baru untuk berkembang.
“Saya sebagai kapten bersama para pemain senior harus bertanggung jawab atas hasil ini agar generasi berikutnya bisa bekerja dengan pikiran yang lebih tenang. Mereka memiliki empat tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia berikutnya,” kata Marquinhos.
Sementara itu, Neymar memberi isyarat bahwa laga melawan Norwegia kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia.
Saat meninggalkan lapangan, ia mengatakan, “Saya sudah mencoba. Sekarang semuanya selesai. Saya memulai di sini, dan saya mengakhirinya di sini.”
Brasil kini memasuki fase regenerasi di bawah Ancelotti dengan target membangun kembali kekuatan tim untuk bersaing pada Piala Dunia 2030.




















Komentar