ACEHFOOTBALL.net — Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 memang baru saja berakhir. Namun PSIS Semarang tak butuh waktu lama untuk langsung tancap gas menyusun kekuatan demi misi kembali ke Liga 1 musim depan.
Manajemen Mahesa Jenar resmi memperkenalkan Widodo Cahyono Putro (WCP) sebagai pelatih kepala anyar pada Senin (18/5/2026) malam.
Menariknya, WCP datang ke Semarang dengan status pelatih yang baru saja membawa Garudayaksa FC menjuarai Pegadaian Championship 2025/26 sekaligus promosi ke kasta tertinggi.
Kehadiran WCP sekaligus menegaskan keseriusan PSIS untuk segera bangkit setelah musim lalu hanya finis di posisi kedelapan Grup 2 atau Grup Timur.
Nama Widodo sendiri bukan sosok asing dalam urusan promosi. Pelatih yang dikenal tenang namun punya sentuhan taktikal kuat itu bahkan layak disebut sebagai “spesialis promosi”.
Sebelum membawa Garudayaksa FC juara Championship musim ini, WCP lebih dulu sukses mengantar Persijap Jepara promosi ke Liga 1 musim 2024/25. Jauh sebelumnya, ia juga berhasil membawa Persita Tangerang naik kasta pada musim 2019.
Catatan tersebut membuat manajemen PSIS yakin Widodo adalah sosok tepat untuk memimpin proyek kebangkitan Mahesa Jenar.
“Dengan bangga di momen ulang tahun ke-94 PSIS Semarang, kami memperkenalkan pelatih anyar untuk musim depan. Kami percayakan tim di musim depan untuk diarsiteki oleh Widodo C Putro,” kata Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika.
“Dengan pengalamannya membawa beberapa tim sebelumnya promosi, diharapkan beliau juga bisa membawa PSIS Semarang kembali ke Liga 1, sejalan dengan target kami musim baru nanti yaitu promosi,” lanjutnya.
WCP menggantikan posisi Kas Hartadi yang sebelumnya ditunjuk menangani PSIS pada penghujung musim lalu. Meski gagal membawa tim bersaing di papan atas, Kas Hartadi sukses menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi.
Pada Pegadaian Championship 2025/26, PSIS finis di peringkat kedelapan setelah mengumpulkan 23 poin dari 27 pertandingan. Mereka mencatat enam kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan 16 kekalahan.
Produktivitas lini depan juga menjadi sorotan setelah hanya mencetak 22 gol dan kebobolan hingga 50 kali sepanjang musim.
Meski demikian, hasil tersebut cukup untuk membuat PSIS lolos dari babak Playoff Degradasi. Posisi itu sebelumnya terus diperebutkan dengan Persiba Balikpapan hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
Kini, dengan hadirnya WCP yang identik dengan keberhasilan promosi, PSIS jelas mengirim sinyal kuat bahwa mereka tidak ingin terlalu lama berada di kasta kedua. [ileague]





















Komentar