ACEHFOOTBALL.net – Awal musim Pegadaian Championship 2025/26 benar-benar menjadi mimpi buruk bagi PSIS Semarang. Kahudi Wahyu dicopot.
Hingga pekan ketiga, Mahesa Jenar menjadi satu-satunya tim yang belum meraih poin. Situasi ini berujung pada keputusan mengejutkan: manajemen resmi mengakhiri kontrak pelatih kepala Kahudi Wahyu, Selasa (30/9/2025) malam.
Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, menegaskan keputusan diambil setelah evaluasi internal.
“Manajemen PSIS dan coach Kahudi resmi mengakhiri kontrak kerjasama sebagai pelatih kepala karena evaluasi yang kami lakukan,” ujarnya.
Untuk sementara, tim akan ditangani asisten pelatih Ega sebagai caretaker, sambil manajemen bergerak cepat mencari pelatih baru.
Hasil buruk memang tak bisa ditutupi. Dari tiga laga, PSIS selalu tumbang: kalah 0-4 dari Persiku Kudus di laga perdana di Stadion Jatidiri, kemudian takluk 0-2 dari Persipura Jayapura di kandang lawan, dan terakhir menyerah 1-2 dari Persiba Balikpapan di Semarang.
Catatan tiga kekalahan beruntun ini menempatkan PSIS di dasar klasemen Grup 2 dengan nol poin dan selisih gol minus tujuh.
Kondisi tersebut kontras dengan rival grupnya, Barito Putera, yang justru tampil sempurna dengan tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Ironisnya, Barito Putera lah yang akan menjadi lawan PSIS pada pekan keempat, Sabtu (4/10), di Stadion Jatidiri.
Bagi publik Semarang, ini adalah pukulan telak. PSIS yang dikenal sebagai tim bersejarah dengan basis suporter besar Panser Biru dan Snex Mania, justru terjerembab sejak awal musim.
Tanpa perubahan cepat, PSIS terancam semakin tertinggal dalam persaingan ketat Pegadaian Championship 2025/26.





















Komentar