ACEHFOOTBALL — Setiap kompetisi selalu melahirkan bintang. Bayangkan bila turnamen minim, maka kita tidak pernah bisa “menemukan” talenta baru di ranah sepakbola.
Begitu juga kali ini. Saat Kompetisi Soeratin Cup 2016 di Aceh mulai menunjukkan tanda-tanda pada sosok Aulia Hidayat.
Dia lahir pada Aceh Besar, 1999. Saat ini masih tercatat sebagai pemain binaan Dispora di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Dia masih duduk di kelas 3 SMU.
Di turnamen Soeratin, Aulia membela PSAP Junior. Turnamen yang digelar operator Indonesia Soccer Champoinship (ISC) di Aceh ini diikuti delapan tim saja.
Sejauh ini, baru Aulia yang berposisi sebagai striker sedikit menonjol. Bukan hanya menonjol dari fisik yang ber-VO2Max 62.
Dalam tiga laga yang sudah dilakoni, Aulia juga sudah mencetak tujuh gol dalam tiga pertandingan. Gol-gol itu dia gasak ke gawang Peureulak Raya, Persabar Meulaboh masing-masing dua gol dan laga terakhir penyisihan mencetak trigol (hattrick) ke gawang PSAS Aceh Singkil.
“Dia atlit terbaik daya tahan jantung paru (VO2Max) dari seluruh atlet PPLP saat ini,” ujar Saiful Imran, asisten pelatih PPLPD menjawab ACEHFOOTBALL.
Saiful yang juga pelatih fisik ini kenal betul dengan skill anak didiknya. Bersama Yusmachdi Mahmud, keduanya meramu talenta-talenta Aceh menjadi pemain bola.
Sejauh ini, pemain 17 tahun itu sudah terlibat dalam beberapa kejuaraan, di antaranya, Kejurnas tahun 2015. Bersama Persiraja U-19 dia juga menjuarai Piala Muzakir Manaf 2015.
Di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Aulia membela tim Aceh Besar. Ketajamannya juga terlihat di sana. Tapi sayang, gol-gol cantik gagal membawa daerahnya juara.
“Hasil kerja kerasnya sedikit demi sedikit mulai terasa. Apalagi dia juga pemain yang paling giat berlatih dibandingkan dengan pemain lain,” tutur Saiful Imran.
Aulia juga saat ini masih termasuk pemain yang magang di Persiraja Banda Aceh. Semua pihak tentu berharap, dia terus giat berlatih dan rendah diri serta selalu mengasah kemampuannya.
Aulia, semoga suatu saat menjadi pemain masa depan Aceh.
Editor: Indra





















Komentar