ACEHFOOTBALL — Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, yang sedang berada di Zurich, Swiss merespon desakan Kongres Luar Biasa (KLB).
Menurut La Nyalla, persoalan KLB bukan urusan pengurus PSSI, melainkan anggota sebagai pemilik suara.
La Nyalla berpendapat, dalam statuta PSSI sudah jelas jika KLB bisa digelar atas permintaan 2/3 dari 107 pemilik suara. Atau 50 persen+1 dari 700 anggota PSSI.
“Intinya, silakan ikuti saja statuta untuk bisa menggelar KLB. Jika tidak, bagaimana mau KLB. Jadi kalau mau cabut tanpa syarat,” ujar La Nyalla, mengutip Sindonews.com, Jumat (26/2/2016).
Terkait klaim jika Ketua Komite Ad Hoc bentukan FIFA, Agum Gumelar, yang meminta waktu setahun untuk digelar KLB, La Nyalla justru menanggapinya dengan santai.
Menurutnya, Agum yang tahu betul bagaimana PSSI dijalankan termasuk tentang statuta menegaskan KLB bisa digelar jika sesuai statuta. PSSI juga belum mendapatkan surat permintaan dari pemilik suara untuk digelarnya KLB.
“Alhamdulillah, sudah lebih dari 2/3 voter tetap setia dengan hasil KLB Surabaya, 18 April 2015. 80 persen anggota klub juga tetap setia dengan KLB Surabaya. Jadi, intinya, kalau Menpora mau bikin KLB suruh buat saja di PKB,” tegasnya.
La Nyalla tidak tahu pasti kenapa digelarnya KLB menjadi syarat dalam pencabutan SK pembekuan PSSI. “Meneketehek (mana saya tahu). Saya orangnya nggak bisa diatur jadi parno sendiri,” imbuhnya.
Sumber: Sindonews.com




















Komentar