ACEHFOOTBALL.com — Pemilihan terbaik dunia FIFA Ballon d’Or untuk kategori putra begitu membosankan. Tapi, tidak pada putri.
Kalau kategori lebih punya cerita. Carli Lloyd, gelandang timnas putri Amerika Serikat tampil sebagai pemenangnya.
Kolumnis sepak bola Caitlin Murray dalam tulisannya di Guardian menyebutkan, dirinya tidak terkejut sama sekali saat nama Lloyd dipanggil sebagai peraih gelar tertinggi sepak bola.
Murray menggiring pembaca dalam ingatannya saat melihat timnas putri Amerika Serikat mempersiapkan diri sebelum turun di Piala Dunia Sepak Bola Putri 2015 pada 6 Juni lalu di Kanada.
Dia menuturkan, sudah menjadi pemandangan wajar, dalam sesi akhir latihan, saat para pemain lain sudah melakukan pendinginan dan kembali ke kamar masing-masing, Lloyd masih sibuk seorang diri di lapangan. Dia masih melakukan push-up.
Penulis lepas Yahoosport, Leander Schaerlaeckens juga menulis hal senada. Menurutnya, jika para pembaca pernah menyaksikan timnas AS berlatih, mereka tidak akan perlu menyaksikan acara gala dinner mewah tersebut untuk mencari tahu siapa yang akan terpilih sebagai pemain terbaik putri.
Lloyd disebutnya sebagai pesepak bola perempuan yang paling brutal yang pernah dia lihat saat berlatih. Tidak heran jika kerja keras Lloyd berbuah sangat manis.
Ya, pemain 33 tahun tersebut di malam pemilihan itu menyisihkan dua pesaingnya yang juga berpeluang merebut gelar. Keduanya adalah pesepak bola Jepang Aya Miyama dan striker Jerman Celia Sasic.
Sumber: jawapos




















Komentar