Kandidat Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengklaim Josep Maria Bartomeu sebagai biang keladi situasi pelik yang menghinggapi Blaugrana. Dia juga menilai dirinya bukan favorit dalam pemilihan yang digelar 18 Juli 2015.
“Saya tidak melihat saya sebagai favorit. Kami harus meyakinkan fans Barcelona bahkan klub kami adalah sebuah model yang tepat. Benar jika presiden sebelumnya memiliki opsi lebih banyak. Tapi, kami juga memiliki kans,” kata Laporta, seperti diberitakan Goal, Sabtu (20/6/2015).
Laporta sendiri adalah pemimpin di Camp Nou sejak 2003 hingga 2010. Pria berusia 52 tahun itu juga berambisi membawa Barcelona menjadi “klub orang banyak”.
Dalam kampanyenya, Laporta menyorot Bartomeu yang dinilai gagal menciptakan situasi kondusif di beberapa kesempatan. Dia mengambil contoh larangan transfer yang diemban Barcelona dan permasalahan transfer Neymar da Silva Junior yang tak kunjung selesai.
“Kami membutuhkan bantuan Anda lebih dari sebelumnya untuk menang. Sekarang adalah momen yang sebenarnya. Kami ingin kembali membangun sebuah model yang telah dibangun oleh Johan Cruyff, Unicef, Katalunya, dan La Masia,” jelas Laporta.
“Kami tahu banyak hal yang terjadi di negeri ini. Saya maju sebagai calon presiden memiliki sensitivitas spesial di beberapa isu. Banyak perbedaan dengan pencalonan Bartomeu. Cara dia memimpin klub justru bermuara ke situasi yang sangat sulit,” sambungnya.
sumber: okezone


















Komentar