ACEHFOOTBALL.net — Persiba Balikpapan akhirnya bangkit! Beruang Madu memutus rentetan tujuh kekalahan beruntun setelah menaklukkan PSBS Biak dengan skor 3-1 pada pekan kedelapan Grup B Championship 2026/27 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (29/10/2026) malam.
Kemenangan perdana musim ini terasa istimewa bagi Persiba. Selain mengakhiri periode buruk, hasil tersebut menjadi debut manis pelatih anyar Ega Raka Galih sekaligus mengangkat kembali kepercayaan diri tim yang sempat terpuruk.
Persiba langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tekanan tinggi yang diterapkan Beruang Madu membuahkan hasil pada menit kedelapan. Ryohei Yoshihama membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Persiba semakin agresif. Pada menit ke-24, Ardi Ardiana menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan celah di pertahanan PSBS. Menjelang turun minum, Jay Amru Ghoni memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui gol pada masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih panas. Intervensi VAR dan sejumlah pelanggaran mewarnai jalannya laga. Wasit kemudian mengeluarkan dua kartu merah, masing-masing untuk Rayshal Keanu dari PSBS Biak dan Bryan Caesar dari Persiba.
PSBS baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit 90+1 melalui gol Alfan Tri Sakti. Namun, gol tersebut tak mengubah hasil akhir. Persiba menang 3-1 dan mengamankan tiga poin penting.
Pelatih Persiba, Ega Raka Galih, mengaku bersyukur timnya akhirnya mampu memecah kebuntuan setelah melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur malam ini di pertandingan ke-8 kita bisa memecah kebuntuan dan mengambil poin penuh. Hasil ini tentu patut kita syukuri,” ujar Ega dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menjelaskan, keberhasilan mencetak tiga gol pada babak pertama bukan kebetulan. Strategi high pressing telah disiapkan dan disimulasikan dalam latihan dua hari sebelum pertandingan.
“Memang itu sudah kita simulasikan saat latihan dua hari yang lalu. Game plan kita dalam persiapan menghadapi PSBS Biak adalah menerapkan high pressing. Alhamdulillah, tiga gol di babak pertama memang sesuai dengan skenario yang kita persiapkan di latihan,” paparnya.
Meski puas dengan hasil akhir, Ega mengakui performa Persiba menurun pada babak kedua. Ia menyoroti kesulitan pemain membongkar pertahanan PSBS yang menerapkan pola low block, ditambah penurunan kondisi fisik akibat intensitas tekanan tinggi.
“Ketika ada penurunan performa pada babak kedua, kalau saya lihat masalah utamanya adalah kreativitas para pemain dalam membongkar pertahanan lawan yang menerapkan low block.”
“Hal itu menjadi catatan penting bagi kami. Selain itu, penurunan kondisi fisik juga menjadi konsekuensi logis dari taktik high pressing yang kita jalankan,” jelasnya.
Dari kubu pemain, Muhammad Ilham menyebut kemenangan tersebut menjadi suntikan moral setelah tim melewati masa sulit. Ia berharap hasil positif ini menjadi awal kebangkitan Persiba dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Saya mewakili pemain dan teman-teman yang lain, Alhamdulillah malam hari ini kita bisa merebut poin penuh. Hasil ini membangkitkan semangat dan mental kami untuk menghadapi pertandingan-pertandingan ke depan. Semoga ke depannya kami bisa tampil lebih baik lagi dan terus meraih kemenangan,” ujar Ilham.
Kemenangan atas PSBS menjadi modal penting bagi Persiba untuk menata kembali perjalanan di Pegadaian Championship 2026/27.
Namun, Ega dan anak asuhnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menjaga kebugaran, kreativitas serangan, dan konsistensi permainan selama 90 menit. [i]






















