ACEHFOOTBALL.net — PSPS Pekanbaru merebut puncak klasemen sementara Grup A Championship 2026/2027 setelah menaklukkan PSMS Medan 2-1 pada pekan kelima di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Ahad (11/10/2026).
Pelatih Akhyar Ilyas menegaskan kemenangan tersebut penting untuk menjaga persaingan timnya di papan atas.
PSPS mengamankan tiga poin melalui gol Dimas Wicaksono pada menit ke-48 dan Hamzah Deva pada menit ke-81. PSMS sempat menyamakan kedudukan lewat Javier Siverio Toro pada menit ke-58, tetapi tuan rumah akhirnya memastikan kemenangan.
Hasil tersebut mengantar PSPS mengoleksi 12 poin dari lima pertandingan, sama dengan Persikad Depok. PSPS berada di puncak klasemen, sedangkan Persikad menempati posisi kedua. PSMS turun ke peringkat ketiga dengan 10 poin.
Akhyar mengatakan pentingnya pertandingan tersebut telah disampaikan kepada para pemain sejak sebelum laga. Menurut dia, kemenangan menjadi keharusan bagi PSPS jika ingin terus bersaing di posisi teratas.
“Alhamdulillah atas kemenangan hari ini. Sejak awal sebelum pertandingan, kita sudah berbicara dengan pemain bahwa pertandingan ini sangat penting buat kita.”
“Ketika ingin bersaing di papan atas, pastinya kita menginginkan kemenangan,” ujar Akhyar dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia mengapresiasi kerja keras dan motivasi para pemain yang mampu mengamankan kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Dukungan suporter yang memadati stadion turut menambah semangat Askar Bertuah sepanjang pertandingan.
Pemain PSPS, Aulia Ramadhan, mengungkapkan bahwa timnya memang membidik posisi pertama sebelum menghadapi PSMS. Target tersebut menjadi dorongan bagi para pemain untuk berjuang hingga pertandingan berakhir.
“Yang pasti, motivasi kami seperti ini karena tidak mau kalah dengan antusiasme suporter yang ramai sekali. Kami memang punya target sebelum melawan PSMS untuk mengambil peringkat pertama,” kata Aulia.
Ia juga mengakui PSMS merupakan lawan berkualitas. Meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31, tim tamu tetap mampu menjaga kolektivitas permainan dan mencetak gol penyama kedudukan.
Bagi PSPS, kemenangan ini menjadi modal awal untuk mempertahankan posisi di puncak. Akhyar berharap timnya mampu menjaga konsistensi dan kembali meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Soroti kabut asap
Selain mengevaluasi pertandingan, Akhyar menyinggung kemungkinan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kondisi fisik pemainnya.
Ia menduga kualitas udara di Pekanbaru sedikit banyak memengaruhi kebugaran para pemain. Akhyar mengatakan sejumlah pemain terlihat mengalami penurunan kondisi pada babak pertama dan mengeluhkan pernapasan terasa lebih berat saat berada di ruang ganti.
“Saya pikir sedikit banyak berpengaruh. Tadi saya sempat bertanya kepada pemain karena mereka terlihat seperti kosong-kosong sekali di babak pertama. Di ruang ganti saya tanya, memang mereka merasakan agak berat untuk bernapas,” ujarnya.
Akhyar menduga kondisi itu berkaitan dengan paparan asap yang dialami pemain selama beraktivitas di Pekanbaru. Namun, ia tidak menyimpulkan kabut asap sebagai satu-satunya penyebab penurunan kondisi pemain.
Ia berharap karhutla segera teratasi agar kualitas udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat, termasuk olahraga, dapat berlangsung dengan lebih aman.
“Mudah-mudahan bencana ini segera pulih,” tuturnya.






















