ACEHFOOTBALL — Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, menegaskan bahwa FIFA tidak meminta untuk digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB). Pernyataan ini sekaligus untuk membantah komentar Menpora, Imam Nahrawi yang mengatakan FIFA ingin PSSI segera menggelar KLB.
Mantan ketum PSSI ini menyatakan FIFA ingin pemerintah segera mencabut pembekuan PSSI. Menurutnya, KLB bisa saja digelar jika sesuai statuta PSSI, AFC, dan FIFA.
Seperti diketahui, pekan lalu Agum bersama Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino di Zurich, Swiss. Dari pertemuan tersebut terbitlah surat FIFA kepada Mensesneg.
“Dalam pertemuan dengan FIFA, kami banyak membahas materi surat Mensesneg kepada FIFA. Oleh karena itu FIFA membalas surat tersebut yang isinya dengan tegas menjelaskan bahwa yang menyebabkan FIFA memberikan sanksi kepada PSSI karena adanya SK dari pemerintah, dalam hal ini Menpora yang membekukan PSSI,” kata Agum di Jakarta dilansir laman resmi PSSI, Selasa (3/5/2016).
“Di sini sangat ditekankan, jadi FIFA ingin pemerintah mencabut SK pembekuan PSSI terlebih dahulu, baru suspensi Indonesia bisa dicabut. Karena yang menyebabkan suspension FIFA itu adalah SK pemerintah,” tegasnya.
Pria yang juga Ketua Dewan Kehormatan PSSI ini dalam waktu dekat bakal menghadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk membahas hasil pertemuan dengan FIFA.
“Langkah ke depan sudah saya putuskan akan mengadakan jumpa pers setelah diterima Presiden. Sebelumnya saya akan melaporkan hal ini kepada presiden. Saya masih menunggu konfirmasi dari pak Erick untuk melakukan pertemuan dengan Presiden ini. ” beber Agum.
Sumber: Antara



















Komentar