
Dalam dua musim ini, Manajer Manchester United, Louis van Gaal sudah mencatat tiga kali kemenangan beruntun atas Liverpool di Premier League. Sebaliknya, tiga kali pula dia kalah saat bertemu Swansea City.
Melihat hasil berbeda tersebut, lantas dia menarik sebuah kesimpulan ternyata laga kontra Liverpool lebih mudah dibandingkan menghadapi pasukan Garry Monk.
Seperti diketahui, hasil teranyar, timnya menang 3-1 atas Liverpool pada lanjutan Premier League di Stadion Old Trafford, Sabtu (12/9/2015). Setan Merah menang berkat gol Daley Blind, Ander Herrera, dan Anthony Martial. Sementara itu, Liverpool cuma membalas lewat Christian Benteke.
Bagi Van Gaal, kemenangan ini menjadi kali ketiga secara beruntun atas The Reds. Van Gaal pun membandingkan dengan rekor pertemuan kontra Swansea City. Sejak ditangani oleh Van Gaal, Manchester United justru selalu kalah dari Swansea City.
“Setiap pertandingan melawan Liverpool lebih mudah ketimbang menghadapi Swansea. Bagi saya, Liverpool adalah klub fantastis. Sebab, saya memenangi setiap pertandingan melawan Liverpool,” ujar manajer asal Belanda ini.
Pada sisi lain, kesenangan Van Gaal bukan cuma menyoal tiga angka, tetapi juga gol Martial, yang baru bergabung pada akhir bursa transfer musim panas 2015. Martial sempat mengelabui dua pemain belakang Alfield Gank sebelum menceploskan bola ke pojok kiri bawah gawang Simon Mignolet.
“Anthony Martial yang baru 19 tahun, mencetak gol pada sentuhan kedua atau ketiganya. Caranya mencetak gol sangat fantastis,” tambah mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen ini.
Editor : Indra
Sumber : Kompas/Sky Sports



















Komentar