Laga persahabatan Portugal lawan Prancis di Estadio Jos Alvalade, Sabtu (5/9/2015) dini hari WIB, tak luput dari perhatian Sarbini, ayahnya Martunis. Lelaki korban tsunami asal Tibang ini mengaku kecewa tim favoritnya kalah.
Pertandingan tersebut berlangsung di Estadio Jose Asvalade, Lisbon. “Portugal kalah tipis, golnya telat dicetak,” ujar pria berkumis lebat itu dengan nada kecewa kepada ACEHFOOTBALL.com, tadi sore.
Seperti diketahui, Les Bleus menang tipis 1-0 atas tuan rumah. Gol tunggal Les Bleus tercipta pada menit ke-85 lewat tendangan bebas Mathieu Valbuena. Kemenangan ini memutus rekor dua kekalahan beruntun Perancis dalam laga uji coba.
Sarbini mengaku sengaja bergadang menyaksikan pertangingan ujicoba tersebut. Seraya berharap kamera televisi akan menyorot wajah putranya yang juga menyaksikan pertandingan tersebut.
Bedanya, jika Sarbini menonton di depan layar tivi rumahnya di Desa Tibang, Syiah Kuala, Banda Aceh. Sebaliknya, Martunis, menonton langsung di stadion klubnya, Sporting Lisbon dari ruangan VVIP.
Pemain akademi Sporting Lisbon itu saat ini sedang berada di Lisbon dalam rangka mengikuti pendidikan sepakbola di tempat ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo menimba ilmu saat remaja.
“Ronaldo kurang sehat, dia batuk-batuk sehingga cepat ditarik pada babak kedua,” kata Martunis ketika dihubungi melalui media sosial.
Kekalahan itu menurut pemuda kelahiran 2 Mei 1997 ini lebih karena faktor beruntung saja. Menurut mantan pemain SSS Real Madrid Aceh ini anak-anak asuh Didier Deschamps hanya beruntung mampu menaklukan Portugal.
Reporter: Phonna
Editor: Indra




















Komentar