ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun setelah menaklukkan PSIS Semarang 3-1 di Stadion Jatidiri, Jumat (9/10/2026).
Pelatih M. Ridwan menyebut kemenangan perdana di Championship 2026/2027 itu merupakan hasil kerja keras pemain selama sepekan persiapan.
Ridwan mengakui PSIS bukan lawan mudah, terlebih saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, ia menilai para pemain Persiraja mampu menjalankan rencana permainan dan mengatasi tekanan tuan rumah.
“Alhamdulillah di pertandingan ini, pertandingan yang sudah kita prediksi bahwa pertandingan ini pertandingan yang tidak mudah. Kita tahu PSIS adalah tim yang bagus.”
“Terlebih ketika mereka bermain di Jatidiri dengan support dari suporter mereka, energi yang dikeluarkan mereka di setiap pertandingan itu sangat besar. Dan kita sudah prediksi itu,” kata Ridwan seusai pertandingan.
Menurut Ridwan, kemenangan tersebut layak menjadi milik para pemain yang telah menjalani latihan intensif menjelang laga.
“Saya ingin melihat hasil kerja keras dari para pemain dalam seminggu persiapan kita. Mereka melakukan persiapan yang sangat berat, sangat berat, sangat berat,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mengerahkan kemampuan terbaik untuk membawa pulang tiga poin dari Semarang.
“Mereka layak untuk mendapatkan 3 poin ini dan saya mengucapkan selamat untuk para pemain saya yang sudah berjuang sekuat tenaga, mengeluarkan seluruh kemampuan yang mereka punya untuk bertarung dan akhirnya bisa alhamdulillah memenangkan pertandingan hari ini,” lanjutnya.
Kemenangan di Jatidiri sekaligus menjadi titik balik Persiraja setelah melewati empat laga awal tanpa poin. Ridwan menilai semangat juang pemain dalam pertandingan sebelumnya tetap menjadi modal penting, meski hasil akhirnya belum sesuai harapan.
Ia menyinggung laga melawan Sumsel United, ketika Persiraja harus bermain dengan 10 pemain. Pengalaman menghadapi situasi sulit itu menjadi salah satu bekal tim untuk menghadapi PSIS.
“Alhamdulillah kita bisa memutus tren buruk itu dan kebetulan juga yang dilawan adalah tim yang kuat, PSIS. Kebetulan juga saya dari Semarang, tapi tidak ada sentimen pribadi,” tegas Ridwan.
Ia menambahkan, para pemain menunjukkan antusiasme selama menjalani sesi latihan. Tim pelatih juga menyiapkan program khusus untuk menghadapi karakter permainan PSIS.
“Alhamdulillah selama persiapan yang kita lakukan sebelum melakukan pertandingan hari ini, anak-anak juga sangat antusias menjalani semua sesi latihan dan kita memang mempersiapkan latihan terkhusus untuk di pertandingan hari ini. Alhamdulillah kita bisa memutus tren negatif,” tuturnya.
Bagi Ridwan, kemenangan itu juga menjadi hadiah bagi Sekretaris Umum Persiraja yang sedang berulang tahun serta masyarakat Aceh yang terus mendukung tim.
Sementara itu, pemain Persiraja, Rangga Bolang, bersyukur mendapat kepercayaan tampil dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya dalam mengatasi perlawanan PSIS.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan dari head coach yang telah memberikan menit bermain kepada saya. Dan terima kasih atas teman-teman yang sudah sama-sama berjuang,” kata Rangga.
Ia menilai PSIS memiliki kualitas dan mentalitas yang kuat. Namun, Persiraja mampu mengantisipasi permainan tuan rumah berkat persiapan taktik dari tim pelatih.
“Saya lihat dari tim PSIS sangat baik, sangat bagus. Mereka punya mentality juara ada, tapi kami bisa atasi itu karena ada dari head coach yang memberikan latihan untuk counter pertandingan kali ini,” pungkasnya.
Kemenangan 3-1 tersebut menjadi modal penting bagi Persiraja untuk menatap pertandingan berikutnya. Sebaliknya, kekalahan itu memutus catatan tak terkalahkan PSIS pada awal musim Championship 2026/2027. [rmoljateng]























