
Tren tidak bagus sedang dijalani juara bertahan Chelsea di Liga Inggris. Hingga pekan kelima mereka sudah tumbang tiga kali. The Blues kini cuma berada di urutan 17, satu tingkat dari zona degradasi.
Sementara posisi teratas masih dipegang kuat dengan sempurna oleh Manchester City. Lima kali turun, belum sekalipun kalah dan gawangnya kebobolan.
Di bawah City ada City lain yang sedikit mengusik dominasi duo Manchester yakni Leicester sebagai tim paling kuat mengejar sang pemuncak.
Menariknya, Leicester diracikan Claudio Ranieri yang tak lain bekas manajer Chelsea beberapa tahun silam. Mereka berhak menyegel tempat kedua usai menan penting atas tamunya Aston Villa 3-2 mempertahankan status tak terkalahkan The Foxes yang kini merentang jadi lima laga. Pasukan Claudio Ranieri menjadi tim pertama di bawah Manchester City dengan perbedaan empat poin. Setelah mereka, ada Manchester United dan Arsenal yang sama-sama mengantongi 10 angka.
Liverpool yang pekan ini dihajar MU dengan skor telak 3-1, sementara terjerembab di urutan sembilan. The Reds yang baru mengoleksi tujuh angka, didahului oleh Crystal Palace (8 poin), Everton dan Swansea City (8 poin). Namun setidaknya Liverpool masih bisa tersenyum jika melihat nasib lebih buruk pada Chelsea.
Ketika mantan manajer mereka, Claudio Ranieri bisa menembus dua besar, The Blues justru kembali limbung. Suksesnya Tottenham Hotspur memetik angka penuh pekan ini membuat Chelsea ada di urutan 17. Ada tiga tim yang sama-sama mengoleksi empat poin seperti mereka, tetapi selisih pasukan Jose Mourinho paling buruk, minus lima.
Untuk tim yang musim lalu juara, dan berstatus memiliki pertahanan terbaik, catatan Chelsea sangat buruk. Tim ini sudah kebobolan 12 gol dalam lima laga awal, dan mencatatkan start terjelek dalam lebih dari dua dasawarsa terakhir. Chelsea cuma unggul dari Newcastle United, Stoke City, dan Sunderland yang sama-sama mengoleksi dua angka.
Editor: Indra
Sumber: Sidomi



















Komentar