Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh tidak ikut melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menpora itu, baru-baru ini membentuk Tim Sembilan untuk mengawasi kinerja PSSI.
Surat mosi tak percaya itu dikirim oleh Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI yang dideklarasikan hari ini, Senin (5/1/2015), di kantor PSSI, Jakarta, dan dihadiri oleh 18 pengurus Asprov, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Papua, Sumatra Utara, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Bengkulu, Riau, Jambi, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Bali, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
Mantan pemain sinetron Gusti Randa dari DKI Jakarta didapuk sebagai koordinator, sedangkan wakilnya adalah Yunus Yusi (Kalimantan Timur). Keduanya pada kongres PSSI kemarin termasuk yang bersuara lantang soal pembentukan Tim Sembilan oleh Menpora.
Berikut ini bunyi pernyataan mosi tidak percaya dari Forum Asprov tersebut:
1. Bahwa Menpora tidak memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan dan kemajuan olah raga, khususnya sepakbola.
2. Bahwa Menpora RI telah mengeluarkan pernyataan yang provokatif serta diskriminatif akibat minimnya pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya terhadap sepak bola, khususnya tentang komentar tentang rencana pembekuan PSSI tanpa mengetahui arti dan dampak pembekuan bagi sepakbola Indonesia.
3. Bahwa langkah Menpora RI tersebut adalah sebuah langkah mundur bagi organisasi PSSI dan sepakbola itu sendiri.
4. Bahwa Menpora RI tidak berkonsultasi kepada KONI dan KOI sebagaimana dimaksud dalam poin-poin di atas.
5. Dengan alasan tersebut bahwa saudara Imam Nahrawi tidak qualified sebagai Menpora RI yang menaungi olahraga.
6. Meminta kepada Presiden RI dan Komisi X DPR RI untuk mengevaluasi kapabilitas saudara Imam Nahrawi dan segera menggantinya jauh hari sebelum pelaksanaan SEA Games 2015.
Editor: Phonna
Sumber: detiksport




















Komentar