Selasa, Agustus 11, 2020
Beranda Bola Aceh Pemain Muda Jong Aceh Jalani Hukuman, Ini Penyebabnya

Pemain Muda Jong Aceh Jalani Hukuman, Ini Penyebabnya

ACEHFOOTBALL.net — Kedisplinan diterapkan cukup ketat oleh manajemen Jong Aceh Football Academy. Paling tidak itu yang dirasakan Akbarul Hakim, pemain angkatan pertama akademi tersebut.

Sebagai generasi pertama di Jong Aceh, Akbarul yang lahir pada tahun 2005 ini sudah bergabung sejak Jong Aceh FA terbentuk pada 2017. Saat itu, ia baru berusia 13 tahun.

Akbar adalah attacking midfielder andalan tim usia-15 Jong Aceh FA. Pemain yang memiliki kecepatan dan penguasaan bola diatas rata-rata diusianya ini selalu menjadi pilihan utama.

Bersama Jong Aceh FA, Akbar telah mengikuti berbagai turnamen hingga ke negeri jiran Malaysia dan meraih berbagai prestasi. Tapi saat ini Akbar sedang dalam posisi yang kurang menyenangkan.

Dia sedang menjalani masa hukuman dari manajemen Jong Aceh FA. Hukuman larangan tampil di lima pertandingan timnya. Akbar pun harus menerimanya dengan pasrah.

Hukuman ini dijatuhkan manajemen terhadap Akbar karena dia melanggar aturan yang telah ditetapkan. “Dosa” Akbar adalah bermain dengan SSB lain. Padahal, saat itu dia sedang dalam posisi cedera.

Karena cedera tersebut, Jong Aceh memberi dispensasi, agar Akbar fokus pada pemulihan cedera. Namun, dalam masa itu, dia malah tampil bersama tim lain. Dalam keterangannya, Akbar membenarkan hal ini .

Ia mengaku menerima hukuman tersebut dengan lapang dada. Hal ini disebabkan karena di Jong Aceh dia tidak hanya mendapatkan ilmu sepakbola tapi juga mendapat pelajaran tentang tata krama dan kesantunan seperti di dalam sebuah keluarga.

Kata dia, sosok Founder Jong Aceh FA, Teuku Adee Ferdian yang kerap dipanggil “ayah” oleh semua pemain merupakan panutan bagi Akbar. Bahkan dia sudah menganggap sebagai Ayah kedua selain ayah kandungnnya di rumah.

Jong Aceh
Akbarul Hakim (nomor 88, tiga dari kanan), saat saat persiapan mengikuti seleksi elite Pro Academy Persiraja U-16 | Foto Kiriman Aryp

“Saya pribadi minta maaf atas kesalahan ini. Memang kami sebagai pemain harus menghormati aturan-aturan di akademi. Apalagi itu juga untuk kebaikan kami para pemain,” kata Akbar.

Pelatih Jong Aceh FA, Teuku Adee juga mengungkapkan hal serupa mengenai aturan yang berlaku di akademinya. Ia mengatakan, walaupun secara pribadi Akbar telah datang untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya, tapi hukuman tetap berlaku.

Disebutkan, hal ini dilakukan sebagai pembelajaran bagi semua siswa akademi agar mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. “Ini bukan untuk menghambat karirnya, tapi justru untuk mengajarkan sikap agar belajar lebih professional bagi Akbar di kemudian hari,” tutup coach Adee.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Rp 1,5 Miliar, Besaran Hadiah Juara Liga 2 2020

ACEHFOOTBALL.net — PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memastikan bahwa juara Liga 2 musim 2020 total akan mendapatkan uang Rp 1,5 miliar....

Manajer Meeting LIB dengan Klub, Ini Yang Dibahas

ACEHFOOTBALL.net — Ada berbagai hal dibahas dalam pertemuan manager meeting yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan klub Liga 1 2020, di Hotel...

Timnas U-16 Panggil Pemain Jong Aceh Untuk TC

ACEHFOOTBALL.net —Tim nasional Indonesia U-16 akan kembali melanjutkan pemusatan latihan mulai awal pekan depan. Satu pemain muda Aceh masuk dalam daftar skuat yang dipanggil...

Top Skor Liga 1 Bakal Mendapat Hadiah Rp200 Juta

ACEHFOOTBALL.net — PT Liga Indonesia Baru melontarkan wacana akan memberikan hadiah uang tunai untuk tim juara dan runner-up Liga 1 musim 2020 ini....

Terbaru

error: Content is protected !!