Manajemen Persiraja Beri Sinyal Tetap Pakai Jasa Hendri Susilo

Bos Persiraja H Nazaruddin didampingi manajer tim Syarwani dan diikuti Hendri Susilo pelatih | Foto: MO

ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh akan tampil di Liga 1 Indonesia musim 2020. Kesuksesan itu membuat manajemen puas dengan kinerja pelatih Hendri Susilo. Lalu bagaimana nasibnya?

Atas prestasi apik itu, manajemen bertekad mempertahankan pria asal Batu, Malang kelahiran Padang dalam gelaran kompetisi Liga 1 musim depan. Pasukan Kutaraja sukses kembali promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia setelah terakhir kali terjadi delapan tahun lalu.

“Kalau regulasi membenarkan lisensi yang dimiliki oleh Hendri sekarang, kami wajib pakai beliau. Tidak ada yang salah dengan beliau,” ujar Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin, disela-sela acara penyambutan tim pasca lolos ke Liga 1 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, baru-baru ini.

Nazaruddin mengatakan, kepemimpinan Hendri Susilo sebagai pelatih kepala sangat baik. Dibantu dengan tiga asisten, Akhyar Ilyas, Wahyu AW, dan Sisgiardi, mereka  dianggap mampu mengeluarkan potensi para pemain.

Padahal menurut pria yang akrab disapa Dek Gam, Persiraja bukanlah tim yang diperhitungkan untuk lolos ke Liga 1. Namun dengan tangan dingin Hendri dan para asisten serta semangat pantang menyerah dari para pemain, Persiraja berhasil membalikkan segala prediksi di awal kompetisi.

Namun manajemen juga masih menunggu persyaratan di Liga 1 musim depan, khususnya mengenai lisensi pelatih. “Tapi kalau lisensi beliau tidak cukup syarat, kami ajak beliau untuk jadi Direktur Teknis atau menjadi Asisten Pelatih. Yang jelas, kami tetap mau menggunakan jasa beliau,” tukasnya.

Sebelum musim depan, Persiraja terakhir kali promosi ke kasta teratas sepakbola Indonesia pada tahun 2011. Saat itu, Persiraja berada diperingkat dua Divisi Utama setelah kalah dari Persiba Bantul di partai puncak.

Namun, Laskar Kutaraja urung tampil di kasta tertinggi musim berikutnya karena konflik internal di tubuh PSSI yang mengakibatkan dualisme kompetisi yakni Indonesia Super League (ISL) dan Liga Primier Indonesia (IPL).

Persiraja yang kala itu dilatih Harry Kiswanto memilih bergabung ke IPL. Kebetulan saat itu, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin (Alm) adalah salah satu Anggota Komite Eksekutif PSSI. [Tempo/dbs]

Tinggalkan Balasan