Lima Tahun Bangun Klub Profesional, Bali United Juara Liga

Skuat Bali United, selebrasi juara di Padang

ACEHFOOTBALL.net — Untuk menjadi tim papan atas dan juara Liga Indonesia, Bali United cuma membutuhkan waktu lima tahun. Selama lima tahun itu, sang pemilik membangun tim dengan profesional.

Bahkan, Bali United tercatat sebagai tim pertama di Indonesia yang acap memberi kontak panjang kepada pemainnya. Nilai kontrak juga cukup profesional untuk ukuran pemain Indonesia.

Bali United yang bermarkas di Pulau Dewata itu adalah klub yang awalnya bernama Putra Samarinda. Pengusaha Pieter Tanuri akhirnya mengambil alih klub asal Kalimantan itu.

Dikutip dari situs resmi klub dipaparkan, Putra Samarinda yang ketika itu mengalami kesulitan finansial menjadi milik Pieter Tanuri pada 2014 dan berganti nama menjadi Bali United Pusam, sebelum akhirnya berubah Bali United FC.

Pada awal-awal menggunakan nama Bali United, klub asal Pulau Dewata itu kerap berada di papan atas beberapa turnamen. Prestasi itu sejalan ketika kompetisi resmi kembali digulirkan usai sanksi FIFA.

Pada Liga 1 edisi pertama di tahun 2019, Bali United langsung menempati posisi runner-up. Sempat memiliki peluang juara, tetapi tim yang ketika itu dilatih Widodo Cahyono Putro justru tersandung menjelang kompetisi berakhir.

Di turnamen pra musim Piala Presiden 2018, Bali United kembali membuat gebrakan dengan berada di posisi runner-up setelah kalah dari Persija Jakarta.

Tetapi, di Liga 1 2018 prestasi klub kebanggaan Semeton Dewata ini justru anjlok. Usai jadi runner-up di Liga 1 2017, Bali United justru tercecer di posisi ke-11 klasemen akhir Liga 2018.

Perombakan skuat dilakukan Bali United di awal musim ini guna kembali jadi penantang kuat juara Liga 1 2019. Stefano ‘Teco’ Cugurra yang membawa Persija juara Liga 1 2018 diboyong manajemen Bali United.

Di sektor tengah klub berjuluk Jalak Bali ini juga mendatangkan Paulo Sergio, gelandang yang mengantarkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

Perbaikan tim itu membuahkan hasil maksimal. Bali United memenangi empat laga awal secara beruntun di Liga 1 2019 sebelum dilanjutkan dengan kemenangan di delapan pertandingan berturut-turut sejak akhir Juli hingga akhir Agustus.

Selain tampil apik di musim ini, Bali United juga melakukan gebrakan lain dengan jadi tim Asia Tenggara pertama atau yang kedua di Asia yang melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada Juni 2019.

Memasuki akhir kompetisi Liga 1 2019, Bali United mengalami penurunan dan berpeluang terancam kehilangan gelar juara usai gagal menang dalam lima pertandingan beruntun sejak akhir Oktober.

Performa buruk itu dimulai dengan diimbangi Persela Lamongan 1-1 di kandang sendiri. Berlanjut dengan hasil imbang lawan PSS Sleman 0-0 dan Persipura Jayapura 2-2.

Di pertengahan November Bali United menelan dua kekalahan berturut-turut, 0-1 dari PSIS Semarang dan 0-1 dari PSM Makassar.

Borneo FC yang menjadi rival terkuat Bali United saat ini secara perlahan mendekat dengan menjaga jarak jadi 12 poin di pekan ke-28.

Beruntung bagi Bali United bisa menang 3-2 atas Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta di pekan ke-29 Liga 1 2019. Sementara itu, Borneo FC justru kalah 1-2 dari Persela yang membuat jarak kedua tim menjadi 15 poin.

Dengan Liga 1 2019 menyisakan tiga pertandingan, Ilija Spasojevic dan kawan-kawan hanya butuh hasil imbang lawan Semen Padang di pekan ke-30 pada Senin (2/12/2019).  [CNNIndonesia]

Tinggalkan Balasan