Ismed Sofyan Sebut Persija Sudah Datangkan Pemain Kelas 1

Ismed Sofyan bahagia doanya terkabul | Foto via Instagram

ACEHFOOTBALL.net — Bek kawakan Persija Jakarta Ismed Sofyan menyambut hangat langkah manajemen untuk menambah kekuatan tim setelah Persija pada musim lalu hanya finis di peringkat kesepuluh.

“Pemain-pemain yang didatangkan Persija bisa dikatakan pemain-pemain kelas 1,” kata pria asal Aceh itu setelah menjalani latihan di Lapangan Akademi Persija, Sawangan, Depok, Kamis (16/1/2020).

Mantan pemain PSBL Langsa ini berharap bisa berdatangan terus para pemain yang diinginkan pelatih. “Semoga pada 2020 ini kita bisa membangun tim yang solid, tim yang punya target untuk juara,” ujar dia seperti dilansir ANTARA.

Pemain yang sudah bergabung dengan Persija sejak 2002 itu terlihat antusias dapat kembali berlatih dengan rekan-rekan setimnya di Macan Kemayoran. Ia absen pada tiga latihan sebelumnya. “Alhamdulillah bisa kembali ikut latihan,” kata dia.

Kata Ismed, latihan perdana Persija dilakukan pada 13 Januari, karena Ismed ada urusan yang harus diselesaikan, baru tanggal 16 bisa bergabung.

Pada latihan yang harus dipersingkat karena faktor cuaca tersebut, selain Ismed ada tiga pemain senior lain yang kembali bergabung. Mereka adalah Andritany Ardhyasa, Rico Simanjuntak, dan Ramdani Lestaluhu.

Tetapi dari keempat nama di atas, hanya Ramdani yang mengikuti latihan bersama. Ismed, Andritany, dan Rico hanya melakukan joging mengelilingi lapangan.

Para pemain asing Persija juga belum bergabung, demikian pula rekrutan anyar Evan Dimas Darmono.

Latihan juga masih belum dipimpin oleh pelatih baru Persija asal Brasil, Sergio Farias, yang masih menyelesaikan urusan berkas-berkas di kampung halamannya.

Menyongsong musim 2020, Persija mendatangkan pemain-pemain papan atas untuk memperkuat timnya.

Dari sejumlah nama pemain baru Persija, terselip nama pemain sayap Alfath Faathier. Mantan pemain Persiba Balikpapan itu dapat dimainkan di posisi Ismed, namun Ismed tidak menganggapnya sebagai saingan.

“Saya gak menganggap persaingan. Saya menganggap sebagai teman, sebagai sahabat. Siapapun yang dimainkan pelatih, pasti dia yang lebih siap,” papar dia.

Tinggalkan Balasan