Ini Harapan Martunis di Hari Raya Idul Fitri

Demi cita-cita menjadi pesepakbola profesional, penyintas tsunami Aceh, Martunis sudah 22 hari berada di Portugal. Dia mendapat peluang langka belajar di akademi sporting clube de portugal.

Ini untuk pertama kalinya, pemain berusia 18 tahun itu merayakan lebaran Idul Fitri di luar Negeri. “Ini perantauan pertama saya, kebetulan dalam situasi penuh emosional, karena hari raya,” ujar Martunis seperti diceritakan mentor atau abang asuhnya Munawardi kepada ACEHFOOTBALL.com, tadi siang.

Kata Munawardi, dia sudah menghubungi remaja yang disebut-sebut anak angkatnya Cristiano Ronaldo itu, namun mengingat, kondisi psikologisnya, sehingga dia tak banyak bicara soal lain di luar masalah latihan.

“Saat saya telpon, dia mengaku sedang berada di stadion, tapi dia tidak cerita dalam agenda apa. Martunis hanya bilang ada staf yang mengajak dia jalan-jalan, serta ada hadiah dari pihak klub,” ujar dia.

Menurutnya, dia sengaja tidak bertanya bagaimana suasana berlebaran di Portugal, karena ditakutkan akan mengingatkan Martunis suasana lebaran di kampung. “Jangan sampai, gara-gara itu membuat dia sedih,” ulas Munawardi.

Hanya, sambung pria yang bekerja sebagai jurnalis ini, pada 1 Syawal 1436 H lalu, Martunis ada mengirim pesan lebaran.

“Selain minta maaf lahir batin, dia juga berharap dia bisa sabar dan mampu menuntut ilmu dengan baik di sana,” demikian ujar lelaki yang sudah belasan tahun mendampingi lelaki asal Tibang, Syiah Kuala ini.

Martunis berada di Portugal sejak 29 Juni 2015. Nasib baiknya berawal dari musibah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Martunis selamat dari tsunami setelah terkatung-katung di laut selama 21 hari dengan baju seragam tim nasional sepak bola Portugal.

Dia ditemukan warga dan diserahkan kepada salah satu reporter stasiun televisi Inggris, Skynews, yang kebetulan berada di lokasi. Gambarnya kemudian menghebohkan dunia. Portugal pun menaruh simpati dan membantu.

Reporter: Dany Beckz
Editor: Indra

Tinggalkan Balasan