Selasa, Juni 2, 2020
Beranda Bolanesia Dikritik FIFPro, Begini Tanggapan Ketua Umum PSSI

Dikritik FIFPro, Begini Tanggapan Ketua Umum PSSI

ACEHFOOTBALL.net — PSSI menanggapi kritik dari Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) soal kebijakan pemotongan 75 persen gaji pemain kala pandemi COVID-19. Semua pihak diminta menghentikan perdebatan soal itu.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seperti dikutip ACEHFOOTBALL dari ANTARA Jumat (22/5/2020) mengatakan, tak ada guna memperdebatkan situasi bencana yang justru malah terkesan tidak berempati dengan kesulitan yang sama-sama dihadapi oleh bangsa.

“Saat ini kompetisi sedang mati suri. Jangan ada pihak yang malah’mengompori’. Hentikan berdebat tentang untung, rugi dan bunyi kontrak,” ujar Iriawan yang tak lain purnawirawan polisi ini.

Iriawan menegaskan, PSSI sudah berkoordinasi dengan FIFA terkait situasi darurat COVID-19 di Indonesia. Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini berharap semua pihak mempererat kerja sama agar dapat melewati situasi pandemi.

“Saya berharap semua pihak bisa saling berangkulan erat untuk bersama-sama bangkit dan bertahan hidup melewati bencana ini, baik itu klub, pemain, pelatih dan semua insan bola yg saling mengikat kontrak,” tutur Iwan.

Kapolda Metro Jaya periode 2016-2017 tersebut juga ingin seluruh insan sepak bola nasional untuk berlapang dada menerima situasi pandemi COVID-19 yang disebutnya terjadi di luar kendali.

FIFPro, pada Rabu (20/5/2020), melontarkan kritik terhadap PSSI soal penerapan kebijakan pemotongan 75 persen gaji pemain di tengah pandemi COVID-19 tanpa berdiskusi dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) sebagai perwakilan pesepak bola di Tanah Air, melalui pernyataan resmi dalam laman mereka fifpro.org.

“PSSI mengintervensi hubungan kerja pemain tanpa keinginan untuk mengundang serikat pesepak bola ke meja perundingan,” kata Direktur Legal FIFPro Roy Vermeer.

Pada Jumat (27/3/20) lalu, PSSI menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/48/III/2020 yang salah satunya berisi, mempersilakan klub-klub Liga 1 dan 2 untuk menggaji pemainnya maksimal 25 persen pada bulan Maret sampai Juni 2020 dari gaji yang tertera di kontrak di tengah jeda kompetisi akibat pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 menjadi keadaan kahar (force majeure) akibat COVID-19.

Dalam pelaksanaannya, FIFPro menemukan fakta bahwa sejak April 2020, tidak ada satu pun klub Liga 1 yang membayar pemainnya lebih dari 25 persen, bahkan ada dua tim yang hanya memberikan 10 persen dari gaji normal kepada pemainnya.

Sementara di Liga 2, seluruh atau 24 tim membayar penghasilan pemain antara 10 dan 15 persen dari kesepakatan.

Dan di Liga 2, menurut FIFPro, para pemain mendapatkan gaji sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp2,9 juta perbulan sebelum ada pemangkasan akibat pandemi. Itu dianggap berada di bawah upah minimum regional yakni 300 dolar AS (Rp4,4 juta).

Setelah keluar kebijakan pemotongan dari PSSI akibat pandemi, pemain Liga 2 hanya mendapatkan 50 dolar AS (sekitar Rp737 ribu) dan nilai itu hanya 17 persen dari upah minimum.

“Fakta bahwa keputusan PSSI berlaku sejak Maret menunjukkan bahwa PSSI tidak peduli dengan standar internasional, apalagi soal kesejahteraan pemain di Indonesia,” ujar Roy Vermeer.

Sebelum mengeluarkan pernyataan resmi itu, FIFPro pada 4 April 2020 telah mengirimkan surat kepada PSSI yang isinya meminta penjelasan mengapa keputusan pemotongan maksimal 75 persen gaji dikeluarkan tanpa berdiskusi dengan pemain melalui asosiasi pemain domestik yang dalam hal ini adalah APPI.

“Pemangku kepentingan yang paling terpengaruh dengan keputusan PSSI ini tidak diikutsertakan dalam diskusi. Ini tidak sejalan dengan praktik di tingkat internasional, di mana FIFPro selalu berdialog dengan FIFA dan AFC. Kami tidak dapat menerima langkah tersebut,” tulis FIFPro dalam suratnya yang juga ditandatangani oleh Roy Vermeer.

| ANTARA

Tinggalkan Balasan

Populer

Pemain Aljazair Ini tak Tergoda Foto Dengan Ronaldo

ACEHFOOTBALL.net — Pemain Aljazair yang berkostum AC Milan, Ismael Bennacer mengakui tak terpengaruh dengan nama-nama besar di dunia sepak bola. Ia mengaku tak tergoda...

10 Orang Terkaya di Aceh Tolak Beli Saham Persiraja?

ACEHFOOTBALL --- Ada cerita menarik dibalik penguasaan 80 persen saham mayoritas oleh Nazaruddin alias Dek Gam. Ternyata proses lobi sudah dilakukan terhadap 10 orang...

Rumor: Liga 1 2020 Akan Kembali Bergulir September

ACEHFOOTBALL.net — Nasib kompetisi Liga 1 2020 semakin jelas statusnya dan sangat mungkin dilanjutkan pada tahun ini. Info yang beredar Liga 1 2020 yang...

Simon: Pemain Indonesia Terjebak di Zona Nyaman

ACEHFOOTBALL.net — Eks pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy, menyebut pemain Indonesia terjebak zona nyaman sehingga sulit untuk mengembangkan diri. Apalagi berkompetisi di luar...

Terbaru

error: Content is protected !!