Selasa, Juni 2, 2020
Beranda Kompetisi Liga 1 Bos Borneo Pakai Uang Pribadi Bayar Gaji Pemain

Bos Borneo Pakai Uang Pribadi Bayar Gaji Pemain

ACEHFOOTBALL.net — Klub Liga 1 asal Kalimantan Timur Borneo FC terpaksa harus memakai dana Presiden klub guna membayar gaji pemain saat kompetisi musim 2020 terhenti sementara akibat pandemi Covid-19.

Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengatakan, selama ini dirinya memang memakai uang pribadi, akibat minim sponsor. “Iya, pakai uang pribadi. Selama ini Borneo memang minim sponsor, kan,” ujar Nabil seperti dikutip ACEHFOOTBALL dari Antara.

Menurut Nabil, saat ini sudah memasuki bulan ketiga mereka harus membayar penghasilan pemainnya tanpa adanya pemasukan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja melunasi termin kedua subsidi klub-klub peserta pada Rabu dari jadwal seharusnya Maret, di tengah situasi ketidakpastian kelanjutan musim 2020 Liga 1 dan 2 Indonesia yang sudah tertangguhkan sejak akhir Maret.

PSSI menegaskan kelanjutan kompetisi masih menanti kebijakan pemerintah pemerintah Indonesia terkait status darurat pandemi Covid-19 yang berlaku 29 Februari-29 Mei.

Jika status diperpanjang, otomatis Liga 1 dan 2 berhenti total, sebaliknya jika tidak maka kompetisi kembali bergulir mulai 1 Juli, dan sementara menanti kepastian PSSI masih menetapkan sepak bola nasional dalam situasi kahar (force majeure).

Keadaan kahar ini diputuskan pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020. Selama empat bulan itu, setiap klub wajib melaksanakan tanggung jawabnya tetapi dipersilakan membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25 persen dari kesepakatan.

Kondisi tersebut membuat klub-klub baik Liga 1 maupun 2 harus”memutar otak” untuk terus beroperasi dan menunaikan kewajiban.

Inilah yang membuat Nabil menyebut bahwa pembayaran subsidi termin kedua sebesar Rp520 juta dari LIB pada Rabu (20/5) sebenarnya belum cukup untuk membiayai klub. Apalagi, pencairan subsidi dari LIB untuk termin kedua juga terlambat.

“Keterlambatan cukup merepotkan. Akan tetapi, paling tidak itu dapat membantu mengurangi beban tim,” tutur Nabil yang enggan membeberkan jumlah pengeluarannya setiap bulan untuk Borneo FC.

Keresahan serupa juga dirasakan tim Liga 2 PSIM Yogyakarta. Manajer klub PSIM David Hutauruk berujar, timnya sangat merasakan dampak dari ketiadaan kompetisi karena mereka menggantungkan pemasukan dari tiket penonton.

“Kalau tidak ada pertandingan, otomatis tidak ada pemasukan. Sedangkan instruksi PSSI harus tetap memberikan gaji 25 persen, sementara operasional tetap berjalan,” kata David.

Dalam situasi berat karena pandemi, David mengaku sangat bersyukur PT LIB melunasi subsidi termin pertama tim-tim Liga 2 2020 sebesar Rp250 juta, juga pada Rabu (20/5), walau sejatinya hal itu harus diselesaikan pada bulan Maret.

“Kami sangat terbantu di tengah kesulitan ini. Kami pun optimistis liga masih bisa berlanjut,” ujar David.

| ANTARA

Tinggalkan Balasan

Populer

Pemain Aljazair Ini tak Tergoda Foto Dengan Ronaldo

ACEHFOOTBALL.net — Pemain Aljazair yang berkostum AC Milan, Ismael Bennacer mengakui tak terpengaruh dengan nama-nama besar di dunia sepak bola. Ia mengaku tak tergoda...

Rumor: Liga 1 2020 Akan Kembali Bergulir September

ACEHFOOTBALL.net — Nasib kompetisi Liga 1 2020 semakin jelas statusnya dan sangat mungkin dilanjutkan pada tahun ini. Info yang beredar Liga 1 2020 yang...

10 Orang Terkaya di Aceh Tolak Beli Saham Persiraja?

ACEHFOOTBALL --- Ada cerita menarik dibalik penguasaan 80 persen saham mayoritas oleh Nazaruddin alias Dek Gam. Ternyata proses lobi sudah dilakukan terhadap 10 orang...

Simon: Pemain Indonesia Terjebak di Zona Nyaman

ACEHFOOTBALL.net — Eks pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy, menyebut pemain Indonesia terjebak zona nyaman sehingga sulit untuk mengembangkan diri. Apalagi berkompetisi di luar...

Terbaru

error: Content is protected !!