Begini Rapor Wakil Indonesia di Final Dunia Danone Nations Cup

Ikram Andriki (6) bersama rekan satu tim di Spanyol

ACEHFOOTBALL.net — Wakil Indonesia, FOSSBI Rajawali Muda, berhasil finis di posisi empat pada final dunia Danone Nations Cup.  Hasil ini melampui target yang diusung SSB asal Jakarta tersebut.

FOSSBI adalah juara nasional Danone Nations Cup Indonesia di 2019 dan berhak menjadi salah satu wakil Indonesia di Final Dunia Danone Nations Cup. Tahun ini berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada 9-12 Oktober lalu.

Topskor Danone Nations Cup Indonesia di 2019 Ikram Andriki asal Aceh ikut diboyong serta memperkuat barisan Rajawali Muda. Hasilnya tak mengecewakan, ia sukses mencetak empat gol di penyisihan.

Memang, pada awalnya banyak yang meragukan kemampuan FOSSBI. Apalagi ini adalah pertama kalinya mereka bermain di ajang internasional sekelas Danone Nations Cup.

Meski demikian, FOSSBI mampu melebihi ekspektasi dengan menembus semifinal. Mereka mengalahkan Portugal, Tunisia, Hungaria dan Maroko. Sayangnya, Garuda Muda kemudian kalah 0-3 di tangan tuan rumah Spanyol.

Pada perebutan tempat ketiga melawan Prancis, FOSSBI kalah dengan skor 0-2 di RCDE Stadium, Sabtu (12/10/2019) sore waktu setempat. Alhasil, mereka harus puas di posisi empat.

Bagi Indonesia, ini adalah prestasi terbaik sejak 2006. Di tahun itu, Garuda Muda juga menembus babak semifinal.

Pelatih FOSSBI, M. Yunus Saragih, cuma berani memasang target lolos penyisihan grup. Meski demikian, FOSSBI ternyata mampu melebihi ekspektasi dengan menembus semifinal.

Dikutip ACEHFOOTBALL.net dari Liputan6.com, pelatih kepala Indonesia di ajang ini, Alfredo Vera, mengaku bangga dengan pencapaian SSB FOSSBI Rajawali Muda yang berhasil menembus empat besar di turnamen tersebut.

“Kalau kita lihat permainan Spanyol, saya pikir mereka sudah lama membentuk tim. Semua pergerakan sudah menyatu. Kontrol passing bagus dan semua sudah tahu apa yang harus dilakukan,” kata Alfredo.

“Saya tidak tahu apakah kita sedikit grogi, karena menghadapi tuan rumah. Tapi saya pikir kita sudah maksimal. Saya tak bisa paksa juga anak-anak.”

“Tim ini punya delapan pemain bagus sebagai starter, tapi cadangannya tidak seimbang. Mungkin kalau kita punya cadangan yang seimbang bisa melangkah lebih jauh lagi,” 

“Tapi saya tak mau salahkan anak-anak. Mereka semua pantas berada di sini, karena sudah juara di Indonesia,” ucap mantan pemain PSAP Sigli ini. [dbs]

Tinggalkan Balasan