Sabtu, Mei 30, 2020
Beranda Kompetisi Liga 2 Akhyar Ilyas: Sepakbola Untuk Dinikmati, bukan Dibawa Mati

Akhyar Ilyas: Sepakbola Untuk Dinikmati, bukan Dibawa Mati

ACEHFOOTBALL.net — Sudah tiga laga tandang (away) dilewati skuat Persiraja dalam kondisi abnormal. Ada atmosfer tak sehat dari sisi perlakuan suporter tuan rumah terhadap lawannya.

Kondisi ini membuat asisten Pelatih Persiraja Akhyar Ilyas prihatin. Ungkapan itu dilontarkan mantan pemain Persija Jakarta ini dalam akun instagramnya beberapa jam sebelum kick-off Persita versus Persiraja, Rabu (18/9/2019).

Pelatih yang sudah mengantongi lisensi B AFC ini, mengatakan, “Bagi kami sepakbola adalah sebuah profesi. Ada aturan yang harus kami patuhi dan hormati, ada respect dan persaudaraan, lewat sepakbola kita bisa saling mengenal,”

“Di lapangan kita saling adu aksi, skill, taktic dan strategi setelah itu kita berjabat tangan dan berangkulan kembali bahkan di luar kami ngopi bareng.”

“Karena rivalitas hanya 90 menit. Sepakbola untuk dinikmati bukan untuk dibawa mati. Karena hidup bukan hanya tentang sepakbola.”

“Psywar biasa tapi rasis dan kekerasan yang mengancam jiwa itu luar biasa dan tidak bisa ditolerir. Butuh keseriusan dari federasi. Bagi kami pelatih, butuh belajar untuk meningkatkan ilmu kepelatihan.”

“Bagi pemain butuh belajar untuk meningkatkan kualitas diri, bagi suporter butuh belajar untuk lebih dewasa. Demi sepakbola Indonesia yang lebih baik. Karena ini juga tanggungjawab kita semua.” tulis Akhyar.

Seperti diketahui, dalam lawatan ke Serang, Cilegon dan Tangerang, skuat Persiraja mendapat intimidasi, teror dari oknum suporter tuan rumah.

1 KOMENTAR

  1. Saya juga heran, apa yang membuat suporter Perserang, Cilegon United dan Persita, begitu antipati dengan Persiraja. Apakah betul, seperti alasan mereka balas dendam, berarti sewaktu mereka melakukan pertandingan away ke Banda Aceh, apakah ada perlakuan yang sama soporter Persiraja kepada mereka ? Setau saya ngak tu. Jadi kenapa, afa apa dan siapa yang menggerakkan mereka, bahkan teriakan teriakan dan perlakuan mereka sudah menjurus rasial. Bukan akar sejarah Banten itu sangat dekat dengan Aceh ? Jadi kenapa sampai begitu, mari kita merenungi bersama, agar kedepan tidak lagi terjadi. Lakhaula walakuata illabillah hil’adziiim.

Tinggalkan Balasan

Populer

10 Orang Terkaya di Aceh Tolak Beli Saham Persiraja?

ACEHFOOTBALL --- Ada cerita menarik dibalik penguasaan 80 persen saham mayoritas oleh Nazaruddin alias Dek Gam. Ternyata proses lobi sudah dilakukan terhadap 10 orang...

Juara Liga 2 2019, Ingin Kompetisi Liga 1 Dihentikan

ACEHFOOTBALL.net — Manajemen klub juara Liga 2 2019, Persik Kediri mengusulkan agar kompetisi Liga Indonesia dihentikan secara total. Hal itu diusulkan dalam rapat virtual...

Kata Bek Persiraja Penonton Liga 1 Setara Liga Inggris

ACEHFOOTBALL.net — Bek tangguh Persiraja Banda Aceh asal Inggris Adam Mitter menilai atmosfer pertandingan di Liga 1 hampir setara dengan Liga Primer Inggris (EPL)....

Sikap Persiraja Terkait Lanjut atau Tidaknya Kompetisi

ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh sudah mengambil sikap terkait lanjut atau tidaknya kompetisi musim ini. Manajemen Laskar Rencong mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk...

Terbaru

error: Content is protected !!